Mengenal Kebudayaan Jepang Di Gelar Jepang UI
By : UnknownSiapa yang di sini suka hal-hal yang berbau Jepang? Anime, cosplay, komik, atau ceweknya? 5-7 Juli 2013 kemarin, acara Gelar Jepang Universitas Indonesia kembali diselenggarakan. Lokasinya di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia. Acara ini adalah acara ke-19, berarti acara ini sudah rutin diselenggarakan setiap tahunnya oleh Himpunan Mahasiswa Japanologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (HIMAJA FIB UI).
Tahun ini acaranya bertema “Embark on a Journey, Experience the Japan in You”, yang artinya, memulai sebuah perjalanan yang memberi pengalaman tentang Jepang pada diri kamu. Kalo kamu-kamu datang ke acara ini, pasti deh bakalan tau sedikit-banyak tradisi budaya Jepang, mulai dari bahasa, tulisan, makanan, pakaian, olahraga, game, dan tren a la Jepang, karena di sana ada workshopnya juga.
Tanabata, tradisi kebudayaan Jepang yang
diselenggarakan setiap tanggal 7 Juli, yaitu menuliskan harapan-harapan
pada secarik kertas kecil berwarna-warni, kemudian menggantungkannya di
batang pohon bambu yang diberi nama “Sasa”.
Acara GJUI ini masuknya gratis, cuma harus ngisi identitas diri di Boarding Pass aja, buat data pengunjung, karena katanya mulai dari tahun ini, akan ada penghitungan jumlah pengunjung yang datang.
Oh iya, pengunjung yang datang ke sana kebanyakan orang-orang yang menyukai hal-hal yang bertema Jepang. Di sana kami melihat semua kalangan ada, mulai dari anak kecil hingga lansia, tapi kami paling banyak melihat dede-dede gemes, dan kakak-kakak kece, di sana juga banyak orang Jepang asli yang datang.
Kalo kalian pengen belanja di sana juga ada ruangan khusus buat belanja kaos, kostum cosplay, serba-serbi, makanan, segala hal yang khas Jepang. Tapi, siap-siap ngantri panjang dan berdesakan aja.
Tujuan dari acara ini diselenggarakan adalah untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang kepada masyarakat umum. Acara ini mewadahi apresiasi kebudayaan Jepang melalui aktualisasi diri bagi komunitas dan peminat kebudayaan Jepang melalui berbagai kegiatan dan kreativitas.
Umm, ngomongin soal budaya, gak ada salahnya juga kok kita mengenal budaya bangsa lain, lagi pula Jepang adalah salah satu negara yang terkenal dengan ramah tamahnya sama seperti negara kita, meski dulu sempat menjajah Indonesia, tapi bukan berarti kita harus membenci (budaya) mereka. Siapa tau aja, kan, kamu yang tadinya gak suka, pas datang ke sana jadi suka banget.
Sebelum pulang dan membawa kenangan tentang Jepang, kami nanyain kesan dan pesan beberapa pengunjung yang datang tentang acara Gelar Jepang UI ini:
“Gue tiap tahun langganan datang ke acara ini, Nyu. Jadi, gue udah terbiasa banget ngeliatnya, tapi dari tahun ke tahun acara ini semakin bagus, gue jadi gak bosen buat datang terus.” – Astrid, 22 tahun, penggemar anime.
“Yang paling berkesan sih, aku ikutan tradisi Tanabata, aku nulis harapan di kertas warna-warni gitu, Nyu. Harapan yang aku tulis, pengen punya pacar yang setia, kali aja beneran terkabul.” – Mala, 18 tahun, Mahasiswa. *jomblo selalu begitu
“Gue datang ke acara ini setiap tahunnya sih cuma pengen ikut cosplaynya aja, Nyu. Perform bareng sama komunitas gue, karena gue udah hapal banget sama isi acara ini dari tahun ke tahun, hehehe.” – Lingga, 24 tahun, Cosplayer.
Tag :
KEBUDAYAAN JEPANG,
Makna “Daeng” Dalam Tradisi Bugis Makassar
By : UnknownJulukan kata “daeng” untuk orang Bugis makassar merupakan sebuah bentuk pelestarian adat budayanya. Orang luar sering memberikan julukan tersebut kepada setiap orang perantauan dari suku Bugis Makassar. Dalam tradisi budaya Bugis makassar, gelaran “Daeng” pada dasarnya hampir sama dari unsur pengidentifikasiannya namun sedikit berbeda dalam penerapannya.
Makna kata “Daeng” dalam bahasa Bugis berarti kakak. Kata “Daeng” pada umumnya disematkan untuk orang yang lebih tua misalnya seorang adik yang memanggil saudara yang lebih tua, itu pun digunakan dalam lingkup sebuah keluarga yang sudah saling mengenal. Sedangkan dalam kebudayaan suku Makassar, kata “daeng” selain sebagai sapaan kepada orang yang lebih tua juga berfungsi sebagai nama tambahan (nickname) selain nama kandung yang sudah dibawa sejak aqiqah.
Dikutip dari artikel rappang.com, suku Bugis mengenal 3 strata sosial yaitu Arung (bangsawan kasta tertinggi), To Maradeka (masyarakat umum) dan Ata (budak). Dalam penempatan kata “Daeng” sebagai identifikasi strata maka golongan To Maradeka yang familiar menggunakan julukan tersebut. Sedangkan di makassar, dikenal terdiri dari 4 stratafikasi yaitu Kare (tokoh Religi), Karaeng (Raja atau bangsawan), Daeng ( kalangan pengusaha) dan Ata (budak).
Gelar “Daeng” pada hakikatnya memiliki beragam makna jika dilihat dari penyatuan tradisi yaitu
- Daeng merupakan simbol penghambaan dari nama Tuhan, kurang lebih seperti yang ada dalam Islam
- Daeng berasal dari kata Makassar yaitu “Pa’doangeng” yang berarti untuk “do’a” dan harapan
- Penegasan sebagai seorang dari golongan Bangsawan
- Gelar untuk seorang yang dijadikan panutan karena keberanian, kejujuran dan kepintarannya.
- Diberikan untuk seorang yang berjasa dan biasanya gelar yang diberi sesuai dengan keadaan orang itu, misalnya seorang Amerika yang diberi gelar Daeng Rate, Rate berarti tinggi karena kebetulan memang orangnya memiliki fisik yang tinggi.
Dalam tradisi Bugis Makassar, nama paddaengang (pemberian gelar daeng) atau karaeng diberikan oleh orang tua kepada anaknya dengan merujuk nama-nama paddaengang milik orang-orang tua mereka atau kerabat dekat dalam keluarga mereka. Nama paddaengang tidak pernah dibuat baru karena merujuk dari silsilah keluarga.
Pada saat ini, gelar “Daeng” mengalami distorsi dalam interaksi sosial peradaban yang berkembang. Alasan utamanya karena nama paddaengang berkesan ketinggalan jaman dan tidak modern. Generasi yang lebih muda mengalami pergeseran pemahaman dan kesalahan persepsi dikarenakan penggunaannya yang lebih bersifat umum. Para pengayuh becak, pedagang sayur dan ikan keliling serta beberapa pelaku industri non formil lainnya biasa disapa dengan panggilan daeng sehingga kemudian banyak orang yang menganggap kalau daeng itu asosiasinya lebih kepada mereka yang berada di strata sosial rendah. Mengacu kepada tradisi maka tentu saja pandangan itu sama sekali tidak benar.
Tradisi cium tangan budaya indonesia atau islam?
By : UnknownKita seringkali lihat anak cium tangan orang tua, murid cium tangan guru atau santri yg cium tangan kiainya....dan dulu jaman orba menteri bustanil arifin yg cium tangan soeharto....
Dan tradisi ini terus berlanjut barusan KSAD juga cium tangan SBY....sehingga anggota DPR menyentil calon kapolri utk tdk melakukan hal yg sama.
Benarkah tradisi cium tangan istri kesuami dll itu tradisi islam?
Karena raja abdullah melarang tradisi cium tangan kecuali keorang tua....menurut raja arab tsb cium tangan adalah sikap tunduk seseorang ths yg dicium tangannya....
Imam iran juga melarang cium tangan kecuali dulu waktu imam khomeini masih hidup.
Lalu budaya cium tangan tsb berasal darimana? Kenapa dari cium tangan anak keorang tua bisa merembet cium tangan ke presiden?
JAKARTA, KOMPAS.com — Uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di Komisi III DPR diwarnai dengan beberapa sentilan anggota Dewan kepada calon tunggal Kapolri, Komisaris Jenderal Sutarman. Salah satunya adalah soal tradisi mencium tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kerap dilakukan para pejabat.
"Di dalam laporan Kompolnas disebutkan bahwa salah satu kelemahan dan kelebihan Anda adalah loyalitas ke atasan itu luar biasa. Saya hanya berpesan sikap loyalitas itu, demi menjaga kewibawaan, mohon Bapak tidak mencium tangan Presiden," ujar anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, kepada Sutarman, Kamis (24/01/2014).
Basarah berharap agar Sutarman tidak mengambil langkah seperti yang dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman. Meski sama-sama diangkat oleh Presiden, Basarah menilai para pejabat seharusnya bisa memilah antara norma kultural dan protokoler.
"Di dalam tradisi memang menghormati yang tua, tapi kalau protokoler hari itu tidak dibenarkan di mana Kapolri saat dilantik mencium tangan Presiden," ucap Basarah.
Sikap profesional, kata Basarah, akan menunjukkan indepedensi Sutarman. Selain Basarah, anggota Dewan lain juga banyak yang menanyakan soal sikap loyal yang ditunjukkan Sutarman kepada atasannya. Sikap itu dianggap mengkhawatirkan mengingat Polri diminta untuk netral pada Pemilu Tahun ini.
Terkait hal ini, Sutarman pun menyatakan kembali komitmennya. "Insya Allah kami berkomitmen untuk tidak disetir atau diintervensi siapa pun," ujar Sutarman.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu menuturkan, Polri harus mengawal seluruh tahapan pemilu dengan netral tanpa memihak kelompok mana pun.
Tag :
KEBUDAYAAN ISLAM,
Tradisi Islam di Nusantara
By : UnknownA. Pengertian seni budaya dan tradisi lokal yang bernafaskan Islam
Makna dari seni budaya lokal yang bernafaskan Islam adalah segala
macam bentuk kesenian yang berasal dan berkembang dalam masyarakat
Indonesia serta telah mendapat pengaruh dari agama Islam.
Islam adalah agama yang mencintai
kesenian. Karena Islam bukanlah agama yang hanya mengatur hubungan
antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk lain dan manusia
dengan Allah swt. Jika hubungan tersebut terjalin secara komperehensif
dan sehat, maka seluruh aspek kehidupan umat Islam akan teratur dan
islami. Sebagaimana seni adalah perpaduan antara berbagai jenis suara,
olah tubuh ataupun hal lainnya.
Seni dalam Islam bukan sesuatu yang
diharamkan. Karena dengan seni, kehidupan akan indah dan nyaman untuk
dinikmati. Namun satu hal yang harus diketahui bersama, bahwa seni
memiliki dampak yang luas bagi perkembangan jiwa umat Islam. Untuk itu
diperlukan sikap hati-hati dan waspada terhadap maraknya seni yang
berkembang di Indonesia.
B. Seni budaya lokal yang bernafaskan Islam
Budaya berasal dari bahasa Sansekerta artinya buddayah bentuk jamak dari kata budhi yang
berarti perilaku, budi atau akal. Jadi kebudayaan dapat diartikan
sebagai bentuk yang berkaitan dengan budi pekerti dari hasil pemikiran.
Kesenian termasuk dalam unsur kebudayaan. Sebab perwujudan dari
kebudayaan tidak terlepas dari hasil olah pikir dan perilaku manusia
lewat bahasa, sarana kehidupan dan organisasi sosial. Kesemuanya itu
sangat membantu manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Kesenian adalah salah satu media yang
paling mudah diterima dalam penyebaran agama Islam. Salah satu buktinya
adalah menyebarnya agama Islam dengan menggunakan wayang kulit dan
gamelan oleh Sunan Kalijaga. Sedangkan yang dimaksud dengan tradisi
adalah suatu adat istiadat yang biasa dilakukan namun didalamnya
mengandung ajaran-ajaran Islam. Diantara seni budaya nusantara yang
telah mendapatkan pengaruh dari ajaran Islam adalah :
1. Wayang
Dalam bahasa berarti ”ayang-ayang” atau
bayangan. Karena yang terlihat adalah bayangannya dalam kelir (tabir
kain putih sebagai gelanggang permainan wayang). Bisa juga diberi
penjelasan wayang adalah pertunjukkan yang disajikan dalam berbagai
bentuk, terutama yang mengandung unsur pelajaran (wejangan). Pertunjukan
ini diiringi dengan teratur oleh seperangkat gamelan.
Wayang pada mulanya dibuat dari kulit
kerbau, hal ini dimulai pada zaman Raden Patah. Dahulunya lukisan
seperti bentuk manusia. Karena bentuk wayang berkaitan dengan syariat
agama Islam, maka para wali mengubah bentuknya. Dari yang semula lukisan
wajahnya menghadap lurus kemudian agak dimiringkan.
Pada tahun 1443 Saka, bersamaan dengan
berdirinya kerajaan Islam Demak, maka wujud wayang geber diganti menjadi
wayang kulit secara terperinci satu persatu tokoh-tokohnya. Sumber
cerita dalam mementaskan wayang diilhami dari Kitab Ramayana dan
Mahabarata. Tentunya para Wali mengubahnya menjadi cerita-cerita
keislaman, sehingga tidak ada unsur kemusyrikan didalamnya. Salah satu
lakon yang terkenal dalam pewayangan ini adalah jimad kalimasada
yang dalam Islam diterjemahkan menjadi Jimad Kalimat Syahadat. Dan masih
banyak lagi istilah-istilah Islam yang dipadukan dengan istilah dalam
pewayangan.
2. Hadrah dan salawat kepada Nabi Muhammad saw
Hadrah adalah salah satu jenis alat musik
yang bernafaskan Islam. Seni suara yang diiringi dengan rebana (perkusi
dari kulit hewan) sebagai alat musiknya. Sedang lagu-lagu yang
dibawakan adalah lagu yang bernuansakan Islami yaitu tentang pujian
kepada Allah swt dan sanjungan kepada Nabi Muhammad saw. Dalam
menyelenggarakan pesta musik yang diiringi rebana ini juga menampilkan
lagu cinta, nasehat dan sejarah-sejarah kenabian. Sampai sekarang
kesenian hadrah masih eksis berkembang di masyarakat. Pada zaman
sekarang kesenian hadrah biasanya hadir ketika acara pernikahan,
akikahan atau sunatan. Bahkan kesenian hadrah ini dijadikan lomba antar
pondok pesantren atau antar madrasah.
3. Qasidah
Qasidah artinya suatu jenis seni suara
yang menamilkan nasehat-nasehat keislaman. Dalam lagu dan syairnya
banyak mengandung dakwah Islamiyah yang berupa nasehat-nasehat, shalawat
kepada Nabi dan do’a-do’a. Biasanya qasidah diiringi dengan musik
rebana. Kejadian pertama kali menggunakan musik rebana adalah ketika
Rasulullah saw disambut dengan meriah di Madinah.
4. Kesenian Debus
Kesenian debus difungsikan sebagai alat
untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Oleh
karena itu, debus merupakn seni bela diri untuk memupuk rasa percaya
diri dalam menghadapi musuh.
Pengertian lain dari debus adalah gedebus atau almadad
yaitu nama sebuah benda tajam yang digunakan untuk pertunjukan
kekebalan tubuh. Benda ini terbuat dari besi dan digunakan untuk melukai
diri sendiri. Karena itu kata debus juga diartikan dengan tidak tembus.
Filosofi dari kesenian ini adalah kepasrahan kepada Allah swt yang
menyebabkan mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi bahaya, seperti
yang dilambangkan dengan benda tajam dan panas.
5. Tari Zapin
Tari Zapin adalah sebuah tarian yang
mengiringi musik qasidah dan gambus. Tari Zapin diperagakan dengan gerak
tubuh yang indah dan lincah. Musik yang mengiringinya berirama padang
pasir atau daerah Timur Tengah. Tari Zapin biasa dipentaskan pada
upacara atau perayaan tertentu misalnya : khitanan, pernikahan dan
peringatan hari besar Islam lainnya.
6. SulukSuluk adalah tulisan dalam bahasa jawa dengan huruf jawa maupun huruf arab yang berisikan pandangan hidup masyarakat jawa. Suluk berisi ajaran kebatinan masyarakat jawa yang berpegang teguh pada tradisi jawa dan unsur-unsur Islam.
Suluk sewelasan tergolong ritual yang
sudah langka dalam tradisi budaya Islam di Jawa. Berbagai bentuk seni
budaya Islam yang berkembang di Jawa tak terdapat di Arab sana Tradisi
yang dibawa dari Persia ini untuk memperingati hari lahir Syekh Abdul
Qadir Jaelani, tokoh sufi dari Baghdad, Irak, yang jatuh pada tanggal 11
(sewelas). Suluk dalam bahasa Jawa dan Arab, terdiri dari salawat dan
zikir—zikir zahir (fisik) dan zikir sirri (batin). Ketika zikir mereka
terdengar mirip dengungan, orang-orang itu seperti ekstase. Jari tangan
tak henti memetik butir tasbih. Ketika jari berhenti, zikir dilanjutkan
di dalam batin. Pada titik ini terjadi ”penyatuan” dengan Yang Maha Esa.
Lewat suluk ini akan mempertebal keyakinan kepada Allah swt.
7. Seni BangunanPeninggalan Islam yang berupa fisik adalah arsitektur bangunan masjid, seni ukir dan seni kaligrafi. Masjid yang di bangun di Indonesia tidak serta merta melambangkan keislaman. Arsitektur yang digunakan adalah perpaduan antara Islam dan Hindu atau Jawa. Diantara bangunan masjid yang memadukan dua unsur tersebut adalah :
8. Arsitektur Masjid
Pada masjid agung Demak bentuk atapnya memiliki ciri atap yang berbentuk tumpang. Atap tersebut tersusun ke atas semakin kecil dan tingkat teratas disebut dengan limas. Jumlah tumpang biasanya gasal. Bentuk masjid seperti ini disebut dengan meru. Masjid lain yang memiliki corak hampir sama dengan masjid Demak adalah Masjid Agung Banten, Masjid Raya Baiturrahman dan masjid Ternate. Berbeda dengan masjid Kudus, dimana menara masjid Kudus memiliki ciri khas Hindu sangat kuat dan tercermin dari bentuk menara seperti candi.
9. Makam-makam para Raja
Hasil seni bangunan lainnya dapat terlihat dengan jelas pada bentuk makam-makam para tokoh Islam di berbagai tempat. Di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera terdapat nisan yang terpengaruh oleh adat setempat. Pengaruh budaya arab dapat terlihat dari beaneka ragam hiasan pada nisan. Selain itu, bentuk gapura makam para Sunan atau tokoh Islam lainnya berbentuk Candi bentar atau kori agung merupakan corak pintu yang dikenal pada zaman sebelum Islam ke Indonesia.
10. Seni kaligrafi
Ditunjukkan dalam bentuk hiasan yang
berbentuk manusia atau hewan yang bertuliskan arab. Dalam kaligrafi
tersebut selain diperindah bentuknya, juga berisi tentang
kalimah-kalimah suci yang menyangkut tentang Tauhid. Perkembangan hasil
kesenian pada masa kerajaan Islam baik di Jawa maupun di luar Jawa
menunjukkan bahwa melalui aspek-aspek tersebut proses islamisasi dapat
diterima secara damai. Karya sastra juga ikut mewarnai perkembangan
Islam di Indonesia. Seni sastra yang berkembang dipengaruhi oleh hasil
budaya dari Persia dan seni sastra pra-Islam. Karya sastra pada masa
kerajaan Islam adalah Hikayat, babad, syair dan suluk.
Hikayat berisi tentang cerita atau
dongeng tentang peristiwa yang menarik dan hal yang tidak masuk akal.
Diantara hikayat yang terkenal adalah hikayat Raja-raja Pasai, Hikayat
1001 malam, Hikayat Bayan Budiman dan lain-lain. Sedangkan babad adalah
tulisan yang menyerupai sejarah, namun isinya tidak selalu berdasarkan
fakta. Babad merupakan campuran antara fakta sejarah, mitos dan
kepercayaan. Contoh babad adalah Babad Tanah jawi, Babad Cirebon, Babad
Mataram dan Babad Surakarta.
Tag :
KEBUDAYAAN ISLAM,



