Popular Post

5 Warisan Budaya Indonesia yang Menjadi Kebanggaan Dunia

By : Unknown


Sebagai warga negara Indonesia, kita patut berbangga bahwa 5 warisan budaya Indonesia turut menjadi kebanggaan dunia. Apa saja budaya tersebut dan apa yang membuatnya menjadi kebanggan dunia? Simak ulasannya berikut ini:
1. Wayang
Wayang diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia pada tahun 2003. Wayang sebagai “Karya Agung Budaya Dunia” yang diakui oleh UNESCO bukan hanya wayang Jawa tapi wayang Indonesia, termasuk wayang Bali, wayang golek Sunda, wayang Lombok, dll. Cerita-cerita yang dimainkan berkisah tentang dewa-dewi, persilatan, percintaan dan kepahlawanan yang pertunjukkannya selalu diiringi dengan musik gamelan.
Sang dalang dalam pertunjukan wayang sangat pandai membawa suasana emosi penonton mulai dari serunya peperangan sampai cerita lucu yang dibawakan sang dalang sampai membuat penonton tertawa. Tahun 1950-1960an adalah puncak kejayaan wayang yang diakui para peneliti Barat, sebagai seni pertunjukan terindah di dunia.
2. Keris
UNESCO menyatakan Keris sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tanggal 25 November 2005. Keris merupakan senjata tradisional Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan supranatural. Raja-raja di nusantara menjadikan keris menjadi senjata pusaka. Keris telah digunakan sejak abad ke-9 dibuat dengan logam dan gagangnya dibuat dari tulang, tanduk atau kayu. Keris dibuat dari logam yang berkualitas.
Keris Kuno bahkan logamnya berasal dari meteor yang jatuh ke bumi. Para Peneliti menyebut bahwa keris kuno mengandung unsur logam titanium suatu bahan yang baru pada abad 20 digunakan sebagai bahan pelapis kendaraan angkasa luar, tapi ternyata para Mpu pembuat keris telah menemukannya terlebih dahulu sebagai bahan pembuat keris.
3. Batik
Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Batik dihasilkan dengan proses penulisan gambar atau ragam hias pada media apapun dengan menggunakan lilin panas dengan menggunakan canting. Batik biasanya digambar pada kain katun dan sutra. Kesenian batik telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya.
Menurut Prof. Yohanes Surya, PhD, ahli fisika Indonesia, Batik adalah lukisan tentang alam dan dinamikanya. Berbeda dengan para pelukis naturalis yang melukis alam persis seperti apa yang dilihatnya, para pencipta batik melukis alam dari sisi yang lebih dalam. Pencipta batik mencari pola dasar dari suatu fenomena yang dilihatnya itu. Dari pola dasar ini ditambah dengan beberapa aturan sederhana, pencipta batik dapat menghasilkan lukisan batik. Butuh suatu kejeniusan untuk melihat pola dasar dan mencari aturan ini.
4. Angklung
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.
5. Tari Saman
Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo.
Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tarian saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo) Tari Saman dari Gayo Lues dan sekitarnya di Provinsi Aceh resmi diakui dan masuk dalam daftar warisan budaya tak benda yang memerlukan perlindungan mendesak UNESCO, pada Sidang akbar tahunan yang dihadiri lebih dari 500 anggota delegasi dari 69 negara, LSM internasional, pakar budaya dan media di Bali pada 22 sampai 29 November 2011 lalu.

5 Hal unik tentang budaya Korea

By : Unknown

Jujur saja, penulis sebenarnya salah satu pecinta Kpop. Nah karena Kpop berasal dari Korea, kayaknya tidak ada salahnya kita mengenal sedikit beberapa hal menarik tentang budaya Korea, silakan disimak ^^
1. Perayaan ulang tahun 100 hari dan 1 tahun bayi

Perayaan 100 hari dan 1 tahun bayi
Kalau di Indonesia ada perayaan 1 bulanan dan 1 tahunan, lain lagi di Korea. Mereka merayakan 100 hari si bayi yang biasa disebut dengan baek-il. Perayaan ditujukan sebagai rasa syukur karena bayi bisa melewati masa kritis untuk bertahan hidup. Kebanyakan orang tua Korea sekarang hanya merayakannya sebagai adat dan sebagai simbol  untuk bergembira bersama keluarga.
Sementara itu, perayaan 1 tahun biasa disebut tol jauh lebih mewah. Pesta ulang tahun besar bagi si anak lengkap dengan berbagai jenis kue beras dan buah-buahan serta dihiasi dekorasi pada sebuah meja besar. Keluarga yang merayakan mengenakan pakaian tradisional Korea (Hanbok).  Kemudian di depan si bayi akan diletakkan beberapa barang untuk dipilih seperti di Indonesia. Barang-barang yang diletakkan dianggap sebagai simbol pekerjaan yang akan dipilih oleh si anak nantinya.
Barang-barang yang biasa diletakkan antara lain:
  • Alat tulis - sarjana
  • Uang - Kaya
  • Kue / makanan - Pekerjaan terkait pemerintah.
  • Benang - panjang umur (bukan penjahit lho..=D)
  • Mouse – Pekerjaan terkait komputer. (bisa jadi gamer juga, hahaha)
2. Bahasa Hangul dan Kanji Korea yang unik


Hangul Korea
Bisa dibilang bahasa Korea adalah salah satu bahasa tersulit dan kurang populer di dunia sebelum meledaknya Kpop di seluruh jagat dunia. Bahasa ini ditemukan pada dinasti  Joseon oleh Raja Sejong yang Agung keempat pada Januari 1444. Sebetulnya tulisan kanji hangul ini diadaptasi dari kanji Cina. Raja Sejong mencatat kesulitan bagi masyarakat umum dalam mempelajari karakter tersebut, dan karena itu menciptakan quote ini,
“Orang bijak dapat mempelajari hangul sebelum pagi selesai; orang bodoh bisa mempelajari mereka dalam waktu sepuluh hari”
Dan menurut mereka yang sudah belajar, bahasa Korea sangat mudah dipelajari setelah Anda tahu aturan. Banyak ahli bahasa memuji bahasa Korea karena dirancang dengan baik dari bentuk konsonan berdasarkan bentuk bibir, mulut dan lidah sedangkan vokal dengan  garis vertikal atau horisontal yang membedakannya dari konsonan.
3. Kimchi

Kimchi Indonesia
Kimchi
Setiap negara memiliki makanan populer dan tradisional mereka, di Korea ada Kimchi. Kimchi bukanlah makanan utama melainkan lauk tambahan. Sama seperti kebanyakan orang Indonesia tidak bisa makan nasi tanpa sambal, kebanyakan warga Korea tidak bisa makan tanpa ditemani Kimchi. Kimchi untuk menambah selera makan biasanya dibuat dari fermentasi acar kubis, sawi atau lobak pedas.
 4. Rasa hormat

Rasa hormat ke orang yang lebih tua
Di beberapa variety show di Korea, tidak peduli seberapa terkenal artis atau idola, mereka sangat menghormati senior mereka yang biasa disebut Sunbae. Cara menghormati orang yang lebih tua dianggap sebagai budaya Korea. Beberapa cara respek antara ralin :
  • Harus tunduk saat menyapa seseorang yang lebih tua.
  • Ketika diberi sesuatu oleh seorang yang lebih tua, Anda harus menerimanya dengan dua tangan.
  • Jika orang yang lebih tua sedang berbicara kepada Anda, Anda harus mendengarkan dan tidak membuat kontak mata langsung.
  • Ketika seseorang yang lebih tua menawarkan minuman (beralkohol), Anda harus menerimanya
  • (Jika tidak bisa meminumnya, Anda bisa menempatkannya di atas meja dan mencicipi sedikit).
  • Bila Anda minum minuman beralkohol Anda harus mengaktifkan wajah Anda ke samping dan meminumnya. Jangan minum menghadapi orang yang lebih tua.
 5. Republik Bedah Plastik

Bedah Plastik di Korea
Ya, 2 negara di Asia yang terkenal dengan teknologi bedah plastiknya adalah Thailand dan Korea. Bedah plastik adalah hal yang biasa di Korea. Bahkan hadiah ulang tahun paling populer di Korea adalah bedah plastik. Keajaiban teknologi di Korea yang membuat bedah plastik tidak kelihatan sangat diakui dunia. Artis dan idola Korea bahkan tidak malu mengungkap mereka melakukan bedah plastik, mereka bahkan masih dicintai oleh fans mereka.
Yang menarik adalah menurut beberapa survey di Korea, kekuatiran terbesar anak muda di Korea adalah berwajah jelek. Bahkan para pelamar pekerjaan lebih mementingkan kecantikan wajah mereka dibandingkan kualifikasi yang dimiliki. Menurut mereka, “kecantikan itu tidak diturunkan tetapi diciptakan.”
Kecantikan dengan mata yang besar, hidung mancung dengan lubang hidung mungil, dahi bervolume penuh dan muka kecil berbentuk V adalah standar kecantikan menurut orang Korea. Jang Dong Gun dan Song Hye Kyo adalah patokan mereka ketika melakukan operasi plastik menurut survey di sana.

Mengenal Kebudayaan Jepang Di Gelar Jepang UI

By : Unknown

Siapa yang di sini suka hal-hal yang berbau Jepang? Anime, cosplay, komik, atau ceweknya? 5-7 Juli 2013 kemarin, acara Gelar Jepang Universitas Indonesia kembali diselenggarakan. Lokasinya di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia. Acara ini adalah acara ke-19, berarti acara ini sudah rutin diselenggarakan setiap tahunnya oleh Himpunan Mahasiswa Japanologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (HIMAJA FIB UI).


Tahun ini acaranya bertema “Embark on a Journey, Experience the Japan in You”, yang artinya, memulai sebuah perjalanan yang memberi pengalaman tentang Jepang pada diri kamu. Kalo kamu-kamu datang ke acara ini, pasti deh bakalan tau sedikit-banyak tradisi budaya Jepang, mulai dari bahasa, tulisan, makanan, pakaian, olahraga, game, dan tren a la Jepang, karena di sana ada workshopnya juga.

Tanabata, tradisi kebudayaan Jepang yang diselenggarakan setiap tanggal 7 Juli, yaitu menuliskan harapan-harapan pada secarik kertas kecil berwarna-warni, kemudian menggantungkannya di batang pohon bambu yang diberi nama “Sasa”.







Demo olahraga Kendo.

Acara GJUI ini masuknya gratis, cuma harus ngisi identitas diri di Boarding Pass aja, buat data pengunjung, karena katanya mulai dari tahun ini, akan ada penghitungan jumlah pengunjung yang datang.

Oh iya, pengunjung yang datang ke sana kebanyakan orang-orang yang menyukai hal-hal yang bertema Jepang. Di sana kami melihat semua kalangan ada, mulai dari anak kecil hingga lansia, tapi kami paling banyak melihat dede-dede gemes, dan kakak-kakak kece, di sana juga banyak orang Jepang asli yang datang.

Tuh rame banget kan?

Kalo kalian pengen belanja di sana juga ada ruangan khusus buat belanja kaos, kostum cosplay, serba-serbi, makanan, segala hal yang khas Jepang. Tapi, siap-siap ngantri panjang dan berdesakan aja.


Tujuan dari acara ini diselenggarakan adalah untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang kepada masyarakat umum. Acara ini mewadahi apresiasi kebudayaan Jepang melalui aktualisasi diri bagi komunitas dan peminat kebudayaan Jepang melalui berbagai kegiatan dan kreativitas.

Umm, ngomongin soal budaya, gak ada salahnya juga kok kita mengenal budaya bangsa lain, lagi pula Jepang adalah salah satu negara yang terkenal dengan ramah tamahnya sama seperti negara kita, meski dulu sempat menjajah Indonesia, tapi bukan berarti kita harus membenci (budaya) mereka. Siapa tau aja, kan, kamu yang tadinya gak suka, pas datang ke sana jadi suka banget.

Sebelum pulang dan membawa kenangan tentang Jepang, kami nanyain kesan dan pesan beberapa pengunjung yang datang tentang acara Gelar Jepang UI ini:

“Gue tiap tahun langganan datang ke acara ini, Nyu. Jadi, gue udah terbiasa banget ngeliatnya, tapi dari tahun ke tahun acara ini semakin bagus, gue jadi gak bosen buat datang terus.” – Astrid, 22 tahun, penggemar anime.

“Yang paling berkesan sih, aku ikutan tradisi Tanabata, aku nulis harapan di kertas warna-warni gitu, Nyu. Harapan yang aku tulis, pengen punya pacar yang setia, kali aja beneran terkabul.” – Mala, 18 tahun, Mahasiswa. *jomblo selalu begitu

“Gue datang ke acara ini setiap tahunnya sih cuma pengen ikut cosplaynya aja, Nyu. Perform bareng sama komunitas gue, karena gue udah hapal banget sama isi acara ini dari tahun ke tahun, hehehe.” – Lingga, 24 tahun, Cosplayer.

Makna “Daeng” Dalam Tradisi Bugis Makassar

By : Unknown

Julukan kata “daeng” untuk orang Bugis makassar merupakan sebuah bentuk pelestarian adat  budayanya. Orang luar sering memberikan julukan tersebut kepada setiap orang perantauan dari suku Bugis Makassar. Dalam tradisi budaya Bugis makassar, gelaran “Daeng”  pada dasarnya hampir sama dari unsur pengidentifikasiannya namun sedikit berbeda dalam penerapannya.
Makna kata “Daeng” dalam bahasa Bugis berarti kakak. Kata “Daeng” pada umumnya disematkan untuk orang yang lebih tua misalnya seorang adik yang memanggil saudara yang lebih tua, itu pun digunakan dalam lingkup sebuah keluarga yang sudah saling mengenal. Sedangkan dalam kebudayaan suku Makassar, kata “daeng” selain sebagai sapaan kepada orang yang lebih tua juga berfungsi sebagai nama tambahan (nickname) selain nama kandung yang sudah dibawa sejak aqiqah.
Dikutip dari artikel rappang.com, suku Bugis mengenal 3 strata sosial yaitu Arung (bangsawan kasta tertinggi), To Maradeka (masyarakat umum) dan Ata (budak). Dalam penempatan kata “Daeng” sebagai identifikasi strata maka golongan To Maradeka yang familiar menggunakan julukan tersebut. Sedangkan di makassar, dikenal terdiri dari 4 stratafikasi yaitu Kare (tokoh Religi), Karaeng (Raja atau bangsawan), Daeng ( kalangan pengusaha) dan Ata (budak).
Gelar “Daeng” pada hakikatnya memiliki beragam makna jika dilihat dari penyatuan tradisi yaitu
  • Daeng merupakan simbol penghambaan dari nama Tuhan, kurang lebih seperti yang ada dalam Islam
  • Daeng berasal dari kata Makassar yaitu “Pa’doangeng” yang berarti  untuk “do’a” dan harapan
  • Penegasan sebagai seorang dari golongan Bangsawan
  • Gelar untuk seorang yang dijadikan panutan karena keberanian, kejujuran dan kepintarannya.
  • Diberikan untuk seorang yang berjasa dan biasanya gelar yang diberi sesuai dengan keadaan orang itu, misalnya seorang Amerika yang diberi gelar Daeng Rate, Rate berarti tinggi karena kebetulan memang orangnya memiliki fisik yang tinggi.

Dalam tradisi Bugis Makassar, nama paddaengang (pemberian gelar daeng) atau karaeng diberikan oleh orang tua kepada anaknya dengan merujuk nama-nama paddaengang milik orang-orang tua mereka atau kerabat dekat dalam keluarga mereka. Nama paddaengang tidak pernah dibuat baru karena merujuk dari silsilah keluarga.
Pada saat ini, gelar “Daeng” mengalami distorsi dalam interaksi sosial peradaban yang berkembang. Alasan utamanya karena nama paddaengang berkesan ketinggalan jaman dan tidak modern. Generasi yang lebih muda mengalami pergeseran pemahaman dan kesalahan persepsi dikarenakan penggunaannya yang lebih bersifat umum. Para pengayuh becak, pedagang sayur dan ikan keliling serta beberapa pelaku industri non formil lainnya biasa disapa dengan panggilan daeng sehingga kemudian banyak orang yang menganggap kalau daeng itu asosiasinya lebih kepada mereka yang berada di strata sosial rendah. Mengacu kepada tradisi maka tentu saja pandangan itu sama sekali tidak benar.

Tradisi cium tangan budaya indonesia atau islam?

By : Unknown

Kita seringkali lihat anak cium tangan orang tua, murid cium tangan guru atau santri yg cium tangan kiainya....dan dulu jaman orba menteri bustanil arifin yg cium tangan soeharto....
Dan tradisi ini terus berlanjut barusan KSAD juga cium tangan SBY....sehingga anggota DPR menyentil calon kapolri utk tdk melakukan hal yg sama.

Benarkah tradisi cium tangan istri kesuami dll itu tradisi islam?

Karena raja abdullah melarang tradisi cium tangan kecuali keorang tua....menurut raja arab tsb cium tangan adalah sikap tunduk seseorang ths yg dicium tangannya....
Imam iran juga melarang cium tangan kecuali dulu waktu imam khomeini masih hidup.

Lalu budaya cium tangan tsb berasal darimana? Kenapa dari cium tangan anak keorang tua bisa merembet cium tangan ke presiden?




JAKARTA, KOMPAS.com — Uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di Komisi III DPR diwarnai dengan beberapa sentilan anggota Dewan kepada calon tunggal Kapolri, Komisaris Jenderal Sutarman. Salah satunya adalah soal tradisi mencium tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kerap dilakukan para pejabat.

"Di dalam laporan Kompolnas disebutkan bahwa salah satu kelemahan dan kelebihan Anda adalah loyalitas ke atasan itu luar biasa. Saya hanya berpesan sikap loyalitas itu, demi menjaga kewibawaan, mohon Bapak tidak mencium tangan Presiden," ujar anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, kepada Sutarman, Kamis (24/01/2014).

Basarah berharap agar Sutarman tidak mengambil langkah seperti yang dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman. Meski sama-sama diangkat oleh Presiden, Basarah menilai para pejabat seharusnya bisa memilah antara norma kultural dan protokoler.

"Di dalam tradisi memang menghormati yang tua, tapi kalau protokoler hari itu tidak dibenarkan di mana Kapolri saat dilantik mencium tangan Presiden," ucap Basarah.

Sikap profesional, kata Basarah, akan menunjukkan indepedensi Sutarman. Selain Basarah, anggota Dewan lain juga banyak yang menanyakan soal sikap loyal yang ditunjukkan Sutarman kepada atasannya. Sikap itu dianggap mengkhawatirkan mengingat Polri diminta untuk netral pada Pemilu Tahun ini.

Terkait hal ini, Sutarman pun menyatakan kembali komitmennya. "Insya Allah kami berkomitmen untuk tidak disetir atau diintervensi siapa pun," ujar Sutarman.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menuturkan, Polri harus mengawal seluruh tahapan pemilu dengan netral tanpa memihak kelompok mana pun.

Tradisi Islam di Nusantara

By : Unknown


A.   Pengertian  seni budaya dan tradisi lokal yang bernafaskan Islam
Makna dari seni budaya lokal yang bernafaskan Islam adalah segala macam bentuk kesenian yang berasal dan berkembang dalam masyarakat Indonesia serta telah mendapat pengaruh dari agama Islam.
Islam adalah agama yang mencintai kesenian. Karena Islam bukanlah agama yang hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk lain dan manusia dengan Allah swt. Jika hubungan tersebut terjalin secara komperehensif dan sehat, maka seluruh aspek kehidupan umat Islam akan teratur dan islami. Sebagaimana seni adalah perpaduan antara berbagai jenis suara, olah tubuh ataupun hal lainnya.
Seni dalam Islam bukan sesuatu yang diharamkan. Karena dengan seni, kehidupan akan indah dan nyaman untuk dinikmati. Namun satu hal yang harus diketahui bersama, bahwa seni memiliki dampak yang luas bagi perkembangan jiwa umat Islam. Untuk itu diperlukan sikap hati-hati dan waspada terhadap maraknya seni yang berkembang di Indonesia.
B.   Seni budaya lokal yang bernafaskan Islam
Budaya berasal dari bahasa Sansekerta artinya buddayah bentuk jamak dari kata budhi yang berarti perilaku, budi atau akal. Jadi kebudayaan dapat diartikan sebagai bentuk yang berkaitan dengan budi pekerti dari hasil pemikiran. Kesenian termasuk dalam unsur kebudayaan. Sebab perwujudan dari kebudayaan tidak terlepas dari hasil olah pikir dan perilaku manusia lewat bahasa, sarana kehidupan dan organisasi sosial. Kesemuanya itu sangat membantu manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Kesenian adalah salah satu media yang paling mudah diterima dalam penyebaran agama Islam. Salah satu buktinya adalah menyebarnya agama Islam dengan menggunakan wayang kulit dan gamelan oleh Sunan Kalijaga. Sedangkan yang dimaksud dengan tradisi adalah suatu adat istiadat yang biasa dilakukan namun didalamnya mengandung ajaran-ajaran Islam. Diantara seni budaya nusantara yang telah mendapatkan pengaruh dari ajaran Islam adalah :
1. Wayang
Dalam bahasa berarti ”ayang-ayang” atau bayangan. Karena yang terlihat adalah bayangannya dalam kelir (tabir kain putih sebagai gelanggang permainan wayang). Bisa juga diberi penjelasan wayang adalah pertunjukkan yang disajikan dalam berbagai bentuk, terutama yang mengandung unsur pelajaran (wejangan). Pertunjukan ini diiringi dengan teratur oleh seperangkat gamelan.
Wayang pada mulanya dibuat dari kulit kerbau, hal ini dimulai pada zaman Raden Patah. Dahulunya lukisan seperti bentuk manusia. Karena bentuk wayang berkaitan dengan syariat agama Islam, maka para wali mengubah bentuknya. Dari yang semula lukisan wajahnya menghadap lurus kemudian agak dimiringkan.
Pada tahun 1443 Saka, bersamaan dengan berdirinya kerajaan Islam Demak, maka wujud wayang geber diganti menjadi wayang kulit secara terperinci satu persatu tokoh-tokohnya. Sumber cerita dalam mementaskan wayang diilhami dari Kitab Ramayana dan Mahabarata. Tentunya para Wali mengubahnya menjadi cerita-cerita keislaman, sehingga tidak ada unsur kemusyrikan didalamnya. Salah satu lakon yang terkenal dalam pewayangan ini adalah jimad kalimasada yang dalam Islam diterjemahkan menjadi Jimad Kalimat Syahadat. Dan masih banyak lagi istilah-istilah Islam yang dipadukan dengan istilah dalam pewayangan.
2. Hadrah dan salawat kepada Nabi Muhammad saw
Hadrah adalah salah satu jenis alat musik yang bernafaskan Islam. Seni suara yang diiringi dengan rebana (perkusi dari kulit hewan) sebagai alat musiknya. Sedang lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu yang bernuansakan Islami yaitu tentang pujian kepada Allah swt dan sanjungan kepada Nabi Muhammad saw. Dalam menyelenggarakan pesta musik yang diiringi rebana ini juga menampilkan lagu cinta, nasehat dan sejarah-sejarah kenabian. Sampai sekarang kesenian hadrah masih eksis berkembang di masyarakat. Pada zaman sekarang kesenian hadrah biasanya hadir ketika acara pernikahan, akikahan atau sunatan. Bahkan kesenian hadrah ini dijadikan lomba antar pondok pesantren atau antar madrasah.
3. Qasidah
Qasidah artinya suatu jenis seni suara yang menamilkan nasehat-nasehat keislaman. Dalam lagu dan syairnya banyak mengandung dakwah Islamiyah yang berupa nasehat-nasehat, shalawat kepada Nabi dan do’a-do’a. Biasanya qasidah diiringi dengan musik rebana. Kejadian pertama kali menggunakan musik rebana adalah ketika Rasulullah saw disambut dengan meriah di Madinah.
4. Kesenian Debus
Kesenian debus difungsikan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Oleh karena itu, debus merupakn seni bela diri untuk memupuk rasa percaya diri dalam menghadapi musuh.
Pengertian lain dari debus adalah gedebus atau almadad yaitu nama sebuah benda tajam yang digunakan untuk pertunjukan kekebalan tubuh. Benda ini terbuat dari besi dan digunakan untuk melukai diri sendiri. Karena itu kata debus juga diartikan dengan tidak tembus. Filosofi dari kesenian ini adalah kepasrahan kepada Allah swt yang menyebabkan mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi bahaya, seperti yang dilambangkan dengan benda tajam dan panas.
5. Tari Zapin
Tari Zapin adalah sebuah tarian yang mengiringi musik qasidah dan gambus. Tari Zapin diperagakan dengan gerak tubuh yang indah dan lincah. Musik yang mengiringinya berirama padang pasir atau daerah Timur Tengah. Tari Zapin biasa dipentaskan pada upacara atau perayaan tertentu misalnya : khitanan, pernikahan dan peringatan hari besar Islam lainnya.
6. Suluk
Suluk adalah tulisan dalam bahasa jawa dengan huruf jawa maupun huruf arab yang berisikan pandangan hidup masyarakat jawa. Suluk berisi ajaran kebatinan masyarakat jawa yang berpegang teguh pada tradisi jawa dan unsur-unsur Islam.
Suluk sewelasan tergolong ritual yang sudah langka dalam tradisi budaya Islam di Jawa. Berbagai bentuk seni budaya Islam yang berkembang di Jawa tak terdapat di Arab sana Tradisi yang dibawa dari Persia ini untuk memperingati hari lahir Syekh Abdul Qadir Jaelani, tokoh sufi dari Baghdad, Irak, yang jatuh pada tanggal 11 (sewelas). Suluk dalam bahasa Jawa dan Arab, terdiri dari salawat dan zikir—zikir zahir (fisik) dan zikir sirri (batin). Ketika zikir mereka terdengar mirip dengungan, orang-orang itu seperti ekstase. Jari tangan tak henti memetik butir tasbih. Ketika jari berhenti, zikir dilanjutkan di dalam batin. Pada titik ini terjadi ”penyatuan” dengan Yang Maha Esa. Lewat suluk ini akan mempertebal keyakinan kepada Allah swt.
7. Seni Bangunan
Peninggalan Islam yang berupa fisik adalah arsitektur bangunan masjid, seni ukir dan seni kaligrafi. Masjid yang di bangun di Indonesia tidak serta merta melambangkan keislaman. Arsitektur yang digunakan adalah perpaduan antara Islam dan Hindu atau Jawa. Diantara bangunan masjid yang memadukan dua unsur tersebut adalah :
8. Arsitektur Masjid
Pada masjid agung Demak bentuk atapnya memiliki ciri atap yang berbentuk tumpang. Atap tersebut tersusun ke atas semakin kecil dan tingkat teratas disebut dengan limas. Jumlah tumpang biasanya gasal. Bentuk masjid seperti ini disebut dengan meru. Masjid lain yang memiliki corak hampir sama dengan masjid Demak adalah Masjid Agung Banten, Masjid Raya Baiturrahman dan masjid Ternate. Berbeda dengan masjid Kudus, dimana menara masjid Kudus memiliki ciri khas Hindu sangat kuat dan tercermin dari bentuk menara seperti candi.
9. Makam-makam para Raja
Hasil seni bangunan lainnya dapat terlihat dengan jelas pada bentuk makam-makam para tokoh Islam di berbagai tempat. Di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera terdapat nisan yang terpengaruh oleh adat setempat. Pengaruh budaya arab dapat terlihat dari beaneka ragam hiasan pada nisan. Selain itu, bentuk gapura makam para Sunan atau tokoh Islam lainnya berbentuk Candi bentar atau kori agung merupakan corak pintu yang dikenal pada zaman sebelum Islam ke Indonesia.
10. Seni kaligrafi
Ditunjukkan dalam bentuk hiasan yang berbentuk manusia atau hewan yang bertuliskan arab. Dalam kaligrafi tersebut selain diperindah bentuknya, juga berisi tentang kalimah-kalimah suci yang menyangkut tentang Tauhid. Perkembangan hasil kesenian pada masa kerajaan Islam baik di Jawa maupun di luar Jawa menunjukkan bahwa melalui aspek-aspek tersebut proses islamisasi dapat diterima secara damai. Karya sastra juga ikut mewarnai perkembangan Islam di Indonesia. Seni sastra yang berkembang dipengaruhi oleh hasil budaya dari Persia dan seni sastra pra-Islam. Karya sastra pada masa kerajaan Islam adalah Hikayat, babad, syair dan suluk.
Hikayat berisi tentang cerita atau dongeng tentang peristiwa yang menarik dan hal yang tidak masuk akal. Diantara hikayat yang terkenal adalah hikayat Raja-raja Pasai, Hikayat 1001 malam, Hikayat Bayan Budiman dan lain-lain. Sedangkan babad adalah tulisan yang menyerupai sejarah, namun isinya tidak selalu berdasarkan fakta. Babad merupakan campuran antara fakta sejarah, mitos dan kepercayaan. Contoh babad adalah Babad Tanah jawi, Babad Cirebon, Babad Mataram dan Babad Surakarta.

- Copyright © TRADISI DAN BUDAYA - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -